• Rabu, 8 Desember 2021

Raja KGPAA Mangkunagoro IX Solo Tutup Usia di Jakarta

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 14:39 WIB
KGPAA Mangkunagoro IX (foto diambil dari situs Pura Mangkunegaran)
KGPAA Mangkunagoro IX (foto diambil dari situs Pura Mangkunegaran)

NEWSmedia – Kabar duka datang dari keluarga Raja Solo. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunagoro IX atau lebih dikenal dengan Mangkunagoro IX. Keturunan Raja Solo dilahirkan di Surakarta pada tanggal 18 Agustus 1951, Jumat 13 Agustus 2021 dinihari tadi tutup usia.

Keponakan almarhum, Adjie Santosoputro melalui akun twitter @AdjieSanPutro mengabarkan jika pamannya tersebut tutup usia.  “Pagi  dapat kabar duka... Om saya, KGPAA Mangkunagara IX tutup usia. Mohon doanya ya teman-teman,” tulis Adjie, yg pada pukul !3.30 sudah mendapat 927 like dan ratusan komentar duka cita.

Dari informasi yng dihimpun NEWSmedia, KGPAA Mangkunagoro IX meninggal dunia pukul 02.50 WIB di Jakarta. Rencananya almarhum akan dikebumikan di di Astana Giri Layu Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Jumat sore ini, direncanakan almarhum tiba di Solo sekitar pukul 15.00, setelah dibawa melalui jalur darat.

Baca Juga: Dinilai Cacat Hukum, Kepala BKD Banten Nyatakan Pelantikan Ratusan Pejabat Sudah Sesuai Pedoman

Sementara dari situs resmi Puro Mangkunegaran dijelaskan jika KGPAA Mangkoenagoro IX dilahirkan di Surakarta pada 18 Agustus 1951. Beliau adalah putra laki-laki kedua dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro VIII dan Raden Ajeng Sunituti atau  Gusti Kanjeng Putri Mangkoenagoro VIII. Pada masa remaja, Mangkoenagoro IX bernama Gusti Pangeran Haryo Sudjiwo Kusumo.

Mangkoenagoro IX menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Kota Surakarta. Minat terhadap kesenian terutama seni tari, ia tunjukkan dengan kemahiran memerankan Bambangan yaitu seorang ksatria lemah lembut dan halus.

Baca Juga: Pelantikan Ratusan Pejabat Pemprov Banten Dinilai Cacat Hukum

Peran Bambangan membutuhkan karakter yang kuat dan latihan yang keras untuk mencapai tingkat seorang penari yang layak tampil.

Maka Mangkunagoro IX dikenal sebagain Raja Solo masa kini yang peduli terhadap kesenian. Ia menerima tahta setelah 2 Agustus 1987 Mangkoenagoro VIII wafat.

Kurang lebih satu tahun Pura Mangkunegaran tidak memiliki penguasa. Naamun pada 4 Jumadilakhir 1920 atau 24 Januari 1988, GPH Sudjiwo Kusumo dinobatkan menjadi penguasa Mangkunegaran dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkoenagoro IX.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X