• Sabtu, 4 Desember 2021

Ramai-ramai Kritik BPIP Soal Lomba Hari Santri Nasional, Siapa Saja yang Minta Lembaga Itu Dibubarkan

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 10:00 WIB
poster lomba menulis artikel Hari Santri Nasional 2021 yang dikeluarkan BPIP (Foto: Repro bpip.go.id)
poster lomba menulis artikel Hari Santri Nasional 2021 yang dikeluarkan BPIP (Foto: Repro bpip.go.id)

NEWSmedia – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI yang menggelar lomba membuat artikel tingkat nasional dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021 banjir kritik.

Lantaran dua tema yang disuguhkan lembaga yang dipimpin Yudian Wahyudi tersebut dinilai menyudutkan islam. Dua tema dimaksud, “Hormat Bendera Menurut Hukum Islam” dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam”.

Sejumlah tokoh organisasi keagamaan dan politisi,  menilai tema yang disguhkan BPIP hanya akan membuat dan dianggap tendensius terhadap Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia. Para tokoh pun minta BPIP dibubarkan. 

Baca Juga: Sejarah Kenapa 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka, dari Masa Hindia Belanda Hingga Sekarang

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat M Cholil Nafis mengatakan BPIP sebagai lembaga negara sangat tidak paham bagaimana cara mengusung tema nasionalisme yang meneguhkan cinta tanah air. Sebaliknya lembaga itu malah mengusung tema yang bikin gaduh.

“Hukumnya clear dan jelas. Kenapa ko’ malah kesannya cari musuh dan mementahkan keteguhan pancasila,” cuit Cholil Nafis melalui akun Twitter @cholilnafis, Sabtu 14 Agustus 2021.

Kritik lebih pedas datang dari Waketum MUI Anwar Abbas yang menyatakan lomba yang digelar BPIP tidak kontektual di tengah pandemi Covid 19.  “Lomba tak kontekstual saat Covid. Bubarkan saja BPIP,” tandas pria yang biasa disapa Buya Anwar ini.

Baca Juga: Masjid-Masjid Diminta Gelar Salat Jumat 2 Gelombang, Terapkan Ganjil Genap Berdasar Angka Akhir Nomor HP

Hal senada disampaikan Refly Harun. Pakar hukum tata negara itu menyatakan, tema yang disuguhkan BPIP memberikan kesan seolah Islam yang paling bermasalah dengan pancasila.

“Saya setuju (BPIP) untuk dibubarkan,” katanya, seraya mengatakan terdapat 18 lembara yang akan dibubarkan di Indonesia. Pihaknya berharap salah satunya BPIP.

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X