• Minggu, 24 Oktober 2021

Amerika Protes Kepada Twitter Karena Taliban Diberikan Akun Pasca Terjadinya Pemberontakan di Afganistan

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 07:48 WIB
Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Taliban
Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Taliban
 

NEWSmedia - Amerika protes kepada Twitter terkait diberikannya akses penuh Taliban untuk berbicara kepada media pasca pemberontakan di Afganistan.

Hal itu dikatakan pendukung mantan Presiden Donald Trump, Bernard Kerik yang juga mantan anggota DPR dari Partai Republik.

Dia memprotes kebijakan Twitter yang memberikan akses sepenuhnya kepada Taliban untuk memiliki akun dan berbicara kepada media, sehingga hal itu dianggap propaganda atas pemberontakan dan mengambil kekuasaan atas kota Kabul.

Menurut Bernard, pihaknya kecewa kepada pemilik akun Twitter yang memberikan akses penuh kepada Taliban, bahkan menurut Bernard, Taliban bisa berbicara dan menyampaikan keterangan kepada masyarakat umum dan media melalui twitter.

“Betapa ironisnya ketika salah satu pemimpin Taliban diberikan akses untuk berbicara oleh platform Twitter, padahal hal itu berbahaya karena mereka masih dianggap organisasi terlarang," kata Bernard. 

Baca Juga: Twitter Mohammad Bernie @pawletariat Hilang, Tutup Akun Setelah Diduga Merendahkan Suku Baduy?

Hal yang sama juga dikatakan pendukung partai Republik lainnya, yang juga pendukung Donald Trump, Doug Lamborn. Dia mengaku kecewa dengan kebijakan Twitter yang  memberikan akses kepada Taliban, sementara hingga saat ini mantan presiden AS Donald Trump tidak diperbolehkan memiliki akun apapun di Twitter.

"Saya mengirim surat ke Jack Dorsey selaku CEO, atas pidato terang-terangan & standar ganda di Twitter. Mengapa Twitter mengizinkan dua juru bicara Taliban memiliki flatform tetapi membatasi Hak Amandemen Pertama mantan Presiden Trump," kata Doug kecewa.

Baca Juga: Gian Zola Tinggalkan Persib Bandung Jelang Kick Off BRI Liga 1 Indonesia 2021

Halaman:

Editor: Fatihin Rere

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X