• Rabu, 19 Januari 2022

Akibat Bencana di Tanah Air, 502 Jiwa Melayang dan 5,6 Juta Orang Menderita 

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 08:00 WIB
Data sebaran bencana yang diunggah Badan Nasional Penanggulangan Bencana di akun resmi Twitter @BNPB_Indonesia, Rabu 18 Agustus 2021.
Data sebaran bencana yang diunggah Badan Nasional Penanggulangan Bencana di akun resmi Twitter @BNPB_Indonesia, Rabu 18 Agustus 2021.

NEWSmedia - Terhitung sejak Januari hingga 18 Agustus, Indonesia mengalami 1.748 bencana alam. Akibat peristiwa itu ratusan orang dinyatakan meninggal dunia, 69 orang hilang, belasan ribu orang menderita uka-luka, serta 5,6 juta jiwa lebih menderita dan mengungsi. Sebaran bencana terbanyak terjadi di Pulau Jawa.

“Data itu terhitung hingga pukul 15.00, 18 Agustus 2021. Kejadian bencana alam yang mendominasi adalah banjir kemudian diikuti puting beliung dan tanah longsor Bencana alam menimbungkan dampak mengungsi 5.685.658 orang, 502 orang eninggal dunia, 69 orang hilang serta 12.873 orang luka-luka. Selain bencana alam, pada 13 April 2020, pemerintah menetapkan penyebaran Covid19 sebagai kejadian bencana non alam,” demikian dikutip dari akun Twitter @BNPB_Indonesia, Rabu 18 Agustus 2021.

Dari data yang disampaikan BNPB, akibat ribuan peristuwa bencana yang terjadi sebanyak 128.592 rumah rusak. Antara lain 15.231 rumah mengalami rusak berat, 23.303 rumah mengalami rusak sedang dan 90.058 rumah mengalami rusak ringan.

Baca Juga: Info Loker Serang Banten 2021: Retail Assistant di Eiger, Berikut Cara Daftarnya

Berbagai peristiwa yang terjadi juga meluluhlantakan, berbagai fasilitas umum. Sedikitnya 2.958 fasilitas umum rusak, antara lain 1.382 sarana pendidikan, 1229 sarana ibadah dan 347 unit fasilitas kesehatan juga rusk. Tak hanya itu, 321 jembatan mengalami kerusakan serta 495 kantir juga ikut hancur.

Dalam keterangannya, BNPB menjelaskan jenis bencana yang terjadi di tanah sepanjang kurun waktu hampir delama bulan tersebut. Terbanyak yakni musibah banjir terjadi 696 kali, puting beliung 468 kali, tanah longsor 336 kali, kebakaran hutan 199 kali, gelombang pasang dan abrasi 22 kali kekerangan 4 kali dan gempa bumi 22 kali.

Dilihat dari sebaran wilayah yang mengalami bencana Jawa Barat merupakan wilayah yang paling banyak mengalami musibah, yakni 453 kali, disusul Jawa Timur 187 kali, dan Jawa Tengah 183 kali musibah. Selanjutnya Aceh 142 kali, Kepulauan Riau 68 kali, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masing-masing mengalami 60 kali bencana, disusul Banten 56 kali bencana.

Baca Juga: Hasil Undian Piala Thomas dan Piala Uber 2020, Indonesia Tantang Juara Bertahan Jepang

Wilayah lainnya, Sumateran Barat dan NTB masing-masing 52 kali bencana, Sumatera Selatan 45 kali, Sulawesi Selatan 42 kali, Sumatera Utara 41 kali,  NTT dan Kalimantan Barat mengalami jumlah peristiwa yang sama yakni 39 kali bencana.

Selanjutnya Lampung 27 kali, Sulawesi Utara 24 kali, Kalimantan Timur 23 kali, Maluku 19 kali, Bali 15 kali.  Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara masing-masing mengalami 13 kali musibah, Bengkulu 11 Kali, Kalimantan Utara 10 kali, Kepulauan Riau 9 kali, DKI Jakarta dan Bangka Belitung 8 kali, Gorontalo dan Sulawesi Barat 7 kali. Terkecil DI Yogyakarta mengalami 4 kali bencana.***     

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X