• Senin, 25 Oktober 2021

Periode Juli 2021, Kemendag Blokir 82 Domain Situs Web Investasi Bodong

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 19:30 WIB
Kemendag blokir 82 domain situs web infestasi forex bodong (Pixabay/ geralt)
Kemendag blokir 82 domain situs web infestasi forex bodong (Pixabay/ geralt)


NEWSmedia
- Selama Juli 2021, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 82 domain situs web investasi bodong.

Dengan demikian, sejak Januari 2021 hingga saat ini, tercatat total 704 domain situs web investasi bodong yang telah diblokir.

Pemblokiran dilakukan atas bekerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Baca Juga: Disangka Terima Suap Rp530 Juta, Kadishub Cilegon Dijebloskan ke Penjara Terkait Kasus Perizinan Parkir

Bappebti secara rutin melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap situs web yang melakukan penawaran, iklan atau promosi mengenai perdagangan berjangka komoditi (PBK) tanpa memiliki perizinan dari Bappebti.

“Saat ini marak penawaran investasi forex dengan dalih melakukan penjualan robot trading. Entitas-entitas tersebut menggalang dana masyarakat melalui paket-paket investasi dengan menggandeng pialang berjangka luar negeri yang tentunya tidak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka dari Bappebti,” kata Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana dikutip NEWSmedia dari laman resmi Kemendag pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Baca Juga: Sidang Paripurna Pengesahan Raperda RPJMD Kabupaten Serang Batal

Plt. Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan, M. Syist mengatakan, Kemendag menemukan pihak yang menyalahgunakan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung atau biasa disingkat SIUPL dan mengiming-imingi profit atau keuntungan yang konsisten dengan profit sharing oleh penjual robot trading tersebut.

Selain itu, Kemendag juga menemukan penjualan perangkat lunak atau software robot trading yang juga disertai dengan pernyataan penipuan.

Baca Juga: Akibat Bencana di Tanah Air, 502 Jiwa Melayang dan 5,6 Juta Orang Menderita 

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Sumber: Kemendag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X