• Senin, 17 Januari 2022

Mengapa Malam Hari Udara Terasa Lebih Dingin? Simak Penjelasan BMKG Berikut Ini

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 18:43 WIB
BMKG jelaskan mengapa malam hari udara lebih dingin (Ahmad Hipni/ NEWSmedia)
BMKG jelaskan mengapa malam hari udara lebih dingin (Ahmad Hipni/ NEWSmedia)

NEWSmedia - Akhir-akhir ini, hampir seluruh daerah di Pulau Jawa merasakan udara yang lebih dingin dari biasanya pada malam hari.

Sebetulnya, fenomena suhu udara dingin di malam hari adalan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli - September).

Saat ini, wilayah Pulau Jawa hingga NTT menuju periode puncak musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia.

Baca Juga: Berapa Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia? Berikut Daftar dan Penjelasannya

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal, mengatakan pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin.

Herizal mengatakan, adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia.

Baca Juga: Video YouTube Muhamad Kece Tuai Kontroversi, Lecehkan Nabi Muhammad dan Agama Islam

"Angin monsun Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin," kata Herizal dikutip NEWSmedia dari laman resmi BMKG pada Sabtu, 21 Agustus 2021.

Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Kian Marak Lima Lembaga Terbitkan Pernyataan, Agar Tak Terjerumus Catat Isinya

Halaman:

Editor: Ahmad Hipni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X