• Minggu, 24 Oktober 2021

Pakar Kesehatan Ungkap Varian Baru ‘Covid 22’, Ancaman Serius yang Lebih Mematikan

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 09:00 WIB
Profesor Sai Reddy, seorang ahli imunologi di Zurich. (Foto: Repro ethz-foundation.ch)
Profesor Sai Reddy, seorang ahli imunologi di Zurich. (Foto: Repro ethz-foundation.ch)

NEWSmedia – Jagat maya tengah digegerkan dengan istilah Covid 22, merujuk pada varian baru yang jauh lebih mematikan dari virus Covid 19. Perbincangan tentang Covid 22, mewarnai pemberitaan yang sangat serius di berbagai negara. Lantaran, prediksi akan munculnya varian baru dikemukakan para peneliti yang tak diragukan keahliannya.

“Para ahli telah memperingatkan bahwa varian super dari Coronavirus yang lebih buruk dari Covid19 dapat muncul tahun depan. Dan semua orang tanpa vaksinasi berpotensi menjadi penyebaran virus yang lebih berbahaya,” dikutip dari laman https://news.abplive.com/, Rabu 25 Agustus 2021.

Varian baru pada tahun 2022 mendatang diprediksi lebih ganas, dimana orang yang terinfeksi akan menularkan penyakit ke orang lain lebih dari rata-rata. Ancaman terbesar datang dari orang-orang yang belum divaksin.

Baca Juga: Hasil PMPL ID Season 4 Hari Peratama: Sama-sama WWCD 1 Kali, RRQ Ryu di Puncak, BTR RA Ketujuh

"Kemungkinan besar akan muncul varian baru di mana kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan vaksinasi. Jadi kita harus bersiap untuk lebih dari satu vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan, yang terus beradaptasi dengan varian baru. Varian beta dan gamma sebagian dapat menghindari antibodi, sedangkan varian delta sangat menular," ujar Profesor Sai Reddy, seorang ahli imunologi di Zurich, seperti dikutip media New Delhi tersebut.

Profesor Sai Reddy, seorang ahli imunologi di Zurich, mengatakan campuran strain saat ini dapat mengakibatkan epidemi baru dan lebih berbahaya. Dia memperingatkan bahwa Covid 22 bisa lebih buruk dari apa yang kita lihat sekarang."Akibatnya, lebih dari satu vaksinasi akan diperlukan dalam beberapa tahun ke depan karena dunia akan terus melawan ancaman yang berkembang, mungkin sampai akhir hidup kita,” jelas Profesor Sai Reddy.

Sementara media-media inggris menyiarkan klarifikasi tentang istilah Covid 22, yang diungkapkan Profesor Sai Reddy. “Covid 22 adalah frasa yang digunakan oleh Profesor Sai Reddy, seorang profesor Sistem dan Imunologi Sintetis di universitas ETH Zurich, selama wawancara tentang pandemi dengan Blick, sebuah surat kabar berbahasa Jerman Swiss,” dikutip dari laman https://inews.co.uk/, Rabu 25 Agustus 2021.

Baca Juga: Fakta Sekda Banten Mundur dari Jabatannya, Ternyata Sudah Terjadi Berulangkali

Media berbahasa Jerman Swis itu menggegerkan, karena dari hasil wawancanya dengan Profesor Sai Reddy dalam sebuah artikel berjudul “Covid-22 bisa menjadi lebih buruk”. Istilah Covid 21 dan 22, dimuat dalam kutipan-kutipan Profesor Sai Reddy. Antara lain, “Ini bukan lagi Covid-19. Saya akan menyebutnya Covid-21,”.

Kemudian,  saat Profesor Sai Reddy mengomentari fase pandemi berikutnya yang dapat membuat varian Beta atau Gamma menjadi lebih menular, atau strain Delta dapat mengembangkan mutasi. “Itu akan menjadi masalah besar untuk tahun mendatang. Covid-22 bisa lebih buruk dari apa yang kita saksikan sekarang,” statment Profesor Sai Reddy, sebagaimana dikutip Blick .

Halaman:

Editor: Adam Adhary Abimanyu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X