• Senin, 5 Desember 2022

Mengenang Bapak Film Indonesia Usmar Ismail lewat Google Doodle

- Selasa, 20 Maret 2018 | 19:10 WIB
Goodle Doodle Usmar Ismail.*
Goodle Doodle Usmar Ismail.*

[NEWSmedia] - Dunia maya saat ini sedang merayakan ulang tahun mendiang sastrawan sekaligus sineas Tanah Air, Usmar Ismail. Membuka Google Doodle Indonesia edisi Selasa (20/3/2018), terpampanglah ilustrasi sineas kelahiran Bukittinggi pada tahun 1921 ini tengah berdiri di depan sebuah kamera.

Seperti banyak diketahui, Usmar Ismail dikenal sebagai Bapak Film Nasional yang di sepanjang kariernya telah menghasilkan sekitar 30 film. Film pertama yang ia kerjakan adalah Harta Karun yang ditayangkan pada 1949.

Sejak menyutradarai Darah dan Doa yang dirilis pada 1950, nama Usmar Ismail langsung menjadi fenomena pada masanya. Film drama perang yang diadaptasi dari cerita pendek karya Sitor Situmorang itu disebut sebagai tonggak utama maraknya perfilman Indonesia.

Berkat Darah dan Doa juga, Presiden B.J. Habibie bersama Dewan Film Nasional menetapkan Hari Film Nasional pada 30 Maret. Diketahui, 30 Maret 1950 merupakan hari pertama syuting film yang berjudul lain The Long March of Siliwangi itu.

-

Sejak menyutradarai Darah dan Doa yang dirilis pada 1950, nama Usmar Ismail langsung menjadi fenomena pada masanya. Film drama perang yang diadaptasi dari cerita pendek karya Sitor Situmorang itu disebut sebagai tonggak utama maraknya perfilman Indonesia.

Berkat Darah dan Doa juga, Presiden B.J. Habibie bersama Dewan Film Nasional menetapkan Hari Film Nasional pada 30 Maret. Diketahui, 30 Maret 1950 merupakan hari pertama syuting film yang berjudul lain The Long March of Siliwangi itu.

Pendidikan yang ditempuh Usmar Ismail bisa dibilang sangat bergengsi. Ia pernah bersekolah di Yogyakarta dan memperoleh gelar B.A. di bidang sinematografi dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat pada 1952.

Usmar Ismail sempat bergabung dengan Pusat Kebudayaan saat Indonesia masih dalam pendudukan Jepan. Ia pun mendirikan klub Sandiwara Penggemar Maya dengan beberapa tokoh seni kawakan, seperti El Hakim, Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, Sudjojono, H.B. Jassin dan lainnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini