• Senin, 3 Oktober 2022

Indonesia Terlempar dari Dua Besar SEA Games 2019

- Selasa, 10 Desember 2019 | 08:27 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Kontingen Indonesia menambah empat medali emas pada hari kesembilan SEA Games 2019, Senin (9/12). Cabang olahraga (cabor) bulu tangkis dan atletik masing-masing menyumbangkan dua emas.

Namun, tambahan empat medali emas tak cukup untuk membuat Indonesia bertahan di posisi dua besar klasemen sementara SEA Games. Indonesia yang kini mengoleksi 70 emas, terlempar ke posisi keempat karena disalip oleh Thailand yang merangsek ke peringkat kedua dengan perolehan 83 emas dan Vietnam di posisi ketiga dengan raihan 79 emas, hingga Senin (9/12) pukul 20.00 waktu setempat. Sementara, perhelatan SEA Games tinggal menyisakan dua hari lagi.

Pada perebutan medali, kemarin, emas pertama Indonesia datang dari cabang atletik. Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro, menjuarai nomor 20 km putra dalam perlombaan di Clark, Filipina. Hendro finis terdepan dengan catatan waktu 1 jam 31 menit 20 detik.

Selanjutnya, dua medali emas disumbangkan bulu tangkis. Setelah membungkus emas dari nomor beregu putra, kali ini aksi ganda campuran dan ganda putri di nomor perseorangan yang membuat Indonesia bangga. Dengan demikian, cabang yang memang diandalkan mampu menggondol banyak medali ini sukses membawa pulang tiga emas.

Medali emas bulu tangkis dipersembahkan oleh Praveen Jordan/Melati Dea Oktavianti (ganda campuran) dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri). Dalam final yang berlangsung di Kompleks Olahraga Martinlupa, Manila, Senin siang, Praveen/Jordan menumbangkan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jenie, melalui rubber set, 21-19, 19-21, 23-21. "Pertandingan hari ini cukup sengit dan bikin jantungan," kata Praveen saat ditemui selepas pertandingan.

Ia merasa faktor angin cukup menyulitkan mereka. Menurut Praveen, tim lawan juga demikian. Ia menegaskan, apa yang diperlihatkan hari ini bukan penampilan terbaik kedua tim. "Itu kembali lagi, faktor angin juga," ujar pebulu tangkis 26 tahun ini.

Secara personal, ini medali emas kedua Praveen di sektor ganda campuran. Sebelumnya, ia menjadi jawara di SEA Games 2015. Saat itu, ia berpasangan dengan Debby Susanto yang kini telah pensiun.

Sementara, bagi Melati, ini emas pertamanya. Ia tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. "Saya merasa spesial. Kalau Praveen, sudah pernah jadi biasa saja," kata dara kelahiran Serang, Jawa Barat, itu disambut gelak tawa awak media.

Selanjutnya, mereka akan tampil di Badminton World Tour Finals 2019. Menurut keduanya, ajang SEA Games di Filipina bisa dijadikan proses latihan bagi keduanya. Mereka merasa persaingan di Asia Tenggara cukup merata.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini