• Sabtu, 4 Desember 2021

Anggaran Capai 1 Triliun, ini 4 Fakta Menarik Formula E Jakarta

- Kamis, 13 Februari 2020 | 08:55 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Untuk pertama kalinya, Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang Formula E pada Juni 2020 mendatang. Balapan bergengsi tersebut akan digelar di kawasan Monas.

Formula E adalah balap mobil kursi tunggal yang daya utamanya adalah listrik. Balapan ini pertama kali dikonsepkan pada 2012. Sementara itu musim balap perdananya diawali di Beijing pada akhir 2014. Kejuaraan balap mobil ini diresmikan oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA). Alejandri Agag adalah orang yang memulai dan juga menjadi CEO Formula E Holdings.

Secara teknis, mobil yang digunakan untuk balapan hanya dapat mencapai kecepatan maksimal 280 kilometer per jam. Selama balapan yang berlangsung selama 45 menit, pembalap tidak diperbolehkan untuk mengisi daya. Hanya sepuluh pembalap yang berhasil menyelesaikan balapan yang akan mendapatkan poin.

Inilah lima fakta penting tentang Formula E yang akan digelar di Jakarta:

1. Anggaran Rp 1 Triliun

Anggaran besar digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk mendanai kejuaraan ini. Biaya ini dimasukkan dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P) 2019 dan APBD 2020. Tercatat hingga sampai saat ini ada empat anggaran yang sudah diajukan dengan total senilai Rp 1,6 triliun.

Untuk apa saja? Seperti yang di lansir dari merdeka.com, anggaran sebesar itu digunakan untuk membayar penyelenggara sebesar Rp 360 miliar, penambahan anggaran sebesar Rp 934 miliar, pembayaran kepada Jakpro sebesar Rp 306 miliar, serta Rp 600 juta untuk sosialisasi.

2. Pertama di Indonesia

Selain Cina, Hong Kong, Arab Saudi, dan Korea Selatan, Indonesia adalah negara pertama di Asia yang menjadi tuan rumah pada ajang kejuaraan Formula E. Kejuaraan Formula E ini direncanakan akan digelar selama lima tahun berturut-turut dari 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X