• Selasa, 28 September 2021

Pesona Bukit Jaddih Destinasi Baru di Madura

- Rabu, 17 Mei 2017 | 17:00 WIB
Kolam di Wisata Bukit Jeddih, Bangkalan, Madura.*
Kolam di Wisata Bukit Jeddih, Bangkalan, Madura.*

[NEWSmedia] - Wisata Bukit Jeddih, yang terletak di Desa Jeddih, Kecamatan Socah, Bangkalan Madura, makin memesona. Lokasi wisata yang merupakan bekas tambang kapur ini, kini menjadi telah berbenah diri hingga diminati wisatawan dalam dan luar negeri.

Bukit kapur itu awalnya adalah lokasi penambangan batu kapur. Bahkan sampai saat ini masih banyak warga yang aktif menambang. Namun karena keindahan alamnya lokasi tersebut akhirnya dialihfungsikan sebagai lokasi wisata untuk umum. Warga yang ingin menikmati keindahan alam bisa datang kapan saja. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui siaran persnya, Selasa (16/5), mengatakan keputusan Pemda (Pemerintah Daerah) untuk mengubah Bukit Jeddih menjadi destinasi wisata itu sudah benar. Sebab menurutnya keindahan alam harus dilestarikan. Sementara kegiatan penambangan cenderung mengekaploitasi sumber daya alam dan mineral yang terkandung di dalamnya.

"Itulah bedanya pariwisata. Kami menganut paham, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," ujar Arief. 

Kementerian Pariwisata menurut Arief memiliki sustainable tourism observatori (STO) yang diawasi langsung oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO), lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata. Indonesia menurutnya memiliki tiga STO, yakni Pangandaran, Yogyakarta dan Mataram-Lombok. Ada dua lagi wilayah yang sedang diusulkan Kemenpar menurut Arief.

Berada di atas bukit, di Jeddih, Bangkalan, pengunjung seolah-olah berada di padang savana. Sebab, di sana jarang ditemui pohon maupun pemukiman warga. Obyek wisata tersebut sudah dikelola dengan baik. Di sana sudah tersedia fasilitas berupa kolam pemandian. 

Akses menuju lokasi juga sangat mudah. Dari pusat Kota Bangkalan hanya memerlukan waktu 15 menit menggunakan kendaraan bermotor. Sementara dari Surabaya hanya 1,5 jam lewat Suramadu. 

"Kalau masih di bawah dua jam masih bisa dikembangkan destinasinya, ini durasi yang direkomendasi pula oleh UNWTO," kata Mantan Dirut PT Telkom ini.

Pengelola Wisata Kolam Jaddih, Imam Sujono (37 tahun) mengatakan, pengunjung lebih banyak berasal dari luar Madura. Wisatawan mancanegara juga sering datang ke Bukit Jaddih. Menurut Imam, wisatawan asing biasanya berkunjung saat akhir pekan atau libur panjang. Sementara pada hari biasa, pengunjung lebih banyak penduduk lokal Madura. 

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X