• Selasa, 27 September 2022

Pertama di Asia, 'Sekolah Jurnalistik Plus' Didirikan di Cilegon Banten

- Sabtu, 15 Juni 2019 | 11:44 WIB
Salah satu ruangan Gedung Journalist Boarding School (JBS) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon. Gedung ini juga dijadikan Pusdiklat PWI Provinsi Banten.*
Salah satu ruangan Gedung Journalist Boarding School (JBS) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon. Gedung ini juga dijadikan Pusdiklat PWI Provinsi Banten.*

CILEGON, [NEWSmedia] - Keberadaan sekolah jurnalistik umumnya adalah berkonsentrasi pada pendidikan dan keterampilan kejurnalistikan atau yang berkaitan dengan media informasi. Namun sekolah jurnalistik yang satu ini berbeda, karena juga mengajarkan siswanya untuk bisa membaca dan menghafal Alquran serta berlatih untuk bisa menjadi Imam Salat.

Dengan nama Journalist Boarding School (JBS), ‘sekolah jurnalistik plus’ itu berlokasi di Gedung Pusdiklat PWI, Jalan Kalitimbang Lingkar Krotek Rt 02/05 Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon Provinsi Banten.

Konsep sekolah jurnalistik itu digagas oleh Firdaus, wartawan yang menjabat Ketua PWI Provinsi Banten dua periode (2010-2015 ; 2015-2019). Firdaus juga merupakan pendiri Teras Media Group yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi PWI pusat.

Journalist Boarding School sebagai lembaga pendidikan berada di bawah naungan Yayasan Akademi Multimedia Nusantara (AMN). Tempat pendidikan dan pelatihan ini terbuka untuk semua tingkatan, baik untuk pemula, alumni SMA maupun alumni perguruan tinggi.

Di sekolah ini peserta mendapatkan akan pelatihan yang meliputi ‘6M’ (Mencari, Memperoleh, Memiliki, Menyimpan, Mengolah dan Menyampaikan) informasi. Materi wajib lainnya adalah desain grafis untuk media atau sarana tercetak, pembelajaran olah foto, digital marketing hingga mengelola media sosial menjadi sumber pendapatan.

Tak hanya itu, para siswanya juga akan diajarkan membuat blog atau website. Satu lagi, materi kearifan lokal juga diajarkan, yaitu keterampilan olah kanuragan.

“JBS hadir menjawab tantangan di era modern dengan konsep pendidikan yang mengkombinasikan nilai religius dan nilai-nilai kearifan lokal,” kata Firdaus saat acara Halal Bihalal di lokasi Journalist Boarding School, Jumat (14/6/2019).

-
Ia mengatakan, para siswa JBS diperkirakan akan menempuh masa pendidikan selama satu tahun, setara dengan pendidikan D1. Selama mengikuti pendidikan, mereka akan dimukimkan seperti halnya santri di pondok pesantren.

“Selain optimalisasi waktu, juga untuk mengasah keterampilan dan disiplin sebagai dasar pendidikan berkarakter, agar juga tertib setoran hapalan Alquran,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini