• Jumat, 24 September 2021

Masih Banyak Pemuda di Kota Serang Sulit Mendapat Pekerjaan

- Kamis, 16 Maret 2017 | 06:35 WIB
Wakil Ketua DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa saat reses di Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (15/3/2017).*
Wakil Ketua DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa saat reses di Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (15/3/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Ketenagakerjaan dan pengangguran nampaknya masih menjadi persoalan di Kota Serang. Tidak sedikit warga dengan usia produktif di Kota Serang yang sulit mendapat pekerjaan.

Persoalan tersebut terungkap saat Wakil Ketua DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa melakukan reses di Kecamatan Curug dan Walantaka, Kota Serang, Selasa (14/3/2017) dan Rabu (15/3/2017).

Pada hari pertama reses di Lingkungan Ciconok, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Selasa (14/3/2017), Adde Rosi mendapat keluhan soal ketenagakerjaan dan masalah pengangguran dari warga setempat.

“Di Kecamatan Walantaka, masih banyak pemuda yang kesulitan mendapat pekerjaan, mereka tidak punya keterampilan,” kata salah seorang warga yang menyampaikan aspirasi.

Pada hari kedua reses di Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Adde Rosi juga kembali mendapat aspirasi soal pemuda yang tidak bekerja (menganggur).

Menurut Adde Rosi, masalah pengangguran akan menjadi prioritas untuk diperhatikan. Terlebih lagi, pengangguran dialami oleh warga dengan usia produktif. Ia pun langsung mencatat aspirasi dari warga tersebut untuk ditindaklanjuti ke Pemerintah Provinsi Banten.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui BLKI agar memaksimalkan anggaran yang ada untuk kegiatan pelatihan kerja bagi pemuda, terutama dari kalangan kurang mampu,” kata Rosi.

Menurutnya, masalah pengangguran non-skill harus menjadi perhatian pemerintah, salah satunya dengan melaksanaan program pelatihan kerja kepada para pemuda.

Selain masalah pengangguran, dalam reses tersebut Adde Rossi juga mendapat aspirasi lain, di antaranya kejelasan status tenaga honorer K-2 yang bekerja di instansi pemerintahan dan institusi pendidikan, kemudian keikutsertaan masyarakat dalam program BPJS Kesehatan, kerusakan infrastruktur jalan, perhatian masyarakat miskin, serta masalah yang dihadapi petani.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X