• Jumat, 24 September 2021

Pelajaran Agama di Kelas Akan Ditiadakan oleh Kemendikbud

- Rabu, 14 Juni 2017 | 13:46 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.*
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana akan meniadakan pelajaran agama di kelas dan menggantinya dengan pendidikan agama di madrasah diniyah, masjid, pura, atau gereja.

"Sekolah lima hari tidak sepenuhnya berada di sekolah. Siswa hanya beberapa jam di dalam kelas dan sisanya di luar kelas," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Sekolah, menurut dia, bisa memberikan pendidikan agama dengan mengajak siswa ke rumah ibadah atau mendatangkan guru madrasah ke sekolah. Kalau sudah mendapat pendidikan agama di luar kelas, otomatis murid tidak perlu lagi dapat pelajaran agama di dalam kelas.

Kemendikbud akan mengatur teknis pelaksanaan pendidikan agama di luar kelas atau sekolah dan menyelaraskannya dengan kurikulum.


Eksploitasi Anak Secara Legal

Mengenai kegiatan belajar mengajar lima hari, Muhadjir menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak wajib dilaksanakan seluruhnya di sekolah. Ia menjelaskan sekolah lima hari akan dijalankan mulai tahun ajaran baru 2017/2018. Sekitar 9.830 sekolah akan melaksanakannya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Hari Sekolah belum wajib dilaksanakan tahun ini, tapi dilaksanakan secara bertahap sampai seluruh sekolah siap.

Sementara, Ketua Umum Forum Konstitusi dan Demokrasi (FOKDEM) Jakarta Ismadani Rofiul Ulya menegaskan, akan kelirunya Kemendikbud Muhadjir Efendy dalam mengambil sebuah kebijakan terkait PM No 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah.

Ismadani menyebutkan, bahwa kebijakan waktu sekolah sebaiknya diserahkan kepada masing-masing lembaga pendidikan. Pemerintah hanya menetapkan kurukulum.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X