• Minggu, 19 September 2021

Gubernur Banten Pecat Dua Pegawai, Salah Satunya ASN Pengguna Narkoba

- Rabu, 5 Juli 2017 | 17:40 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim bersalaman dengan pegawai usai apel di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang. (Dok: NEWSmedia)
Gubernur Banten Wahidin Halim bersalaman dengan pegawai usai apel di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang. (Dok: NEWSmedia)

SERANG, [NEWSmedia] - Gubernur Banten Wahidin Halim rupanya sudah mengambil tindakan tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten yang melakukan pelanggaran berat atau indisipliner. Salah satunya kepada ASN yang terjerat kasus narkoba.

"Sudah saya ditandatangai SK-nya, yang narkoba dipecat" kata Wahidin Halim saat ditanya terkait hasil evaluasi atas ASN Pemprov Banten yang indisipliner.

Wahidin mengaku telah menandatangani surat keputusan (SK) pemecatan terhadap dua orang ASN di lingkungan pemprov yang dianggap sudah melakukan pelanggaran berat. Namun mantan Wali Kota Tangerang itu tidak menyebut siapa saja ASN yang dipecat.

Namun berdasarkan catatan NEWSmedia, pada Agustus 2015, seorang pejabat Eselon IV di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten berinisial BD, ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten. Namun kasus BD tidak diproses sampai ke pengadilan, dan tersangka masih tetap aktif bekerja sebagai pegawai di Dinsos Provinsi Banten.

BD yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Seksi Jaminan Sosial pada dinas tersebut, disergap saat berada di ruang kerjanya pada malam hari. Dalam penangkapan itu, polisi mendapatkan barang bukti 1,5 gram sabu dan lima butir pil ekstasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat terkonfirmasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten terkait nama-nama ASN yang disanksi.

Menurut Wahidin Halim, siapapun pegawai yang melakukan pelangaran berat dan tidak mencerminkan hal-hal positif kepada masyarakat pasti akan diberikan sanksi tegas.

“Imbauan saya, jangan coba-coba pakai narkoba, itu sangat berbahaya, dan saya harap tidak ada tindakan dan perbuatan seperti itu lagi ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, tim disiplin pegawai yang dipimpin oleh Sekda Banten, Ranta Soeharta melakukan rapat pleno penegakan dispilin pegawai. Keputusannya, dua orang PNS pemprov pada tahun ini direkomendasikan diberhentikan secara tidak hormat.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X