• Selasa, 28 September 2021

Masuk Program Ekspor Jagung Dunia, Pemprov Banten Siapkan 128.000 Hektare Lahan

- Rabu, 26 Juli 2017 | 19:07 WIB
Gubernur Banten, Wahidin Halim saat penen raya jagung di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung, Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (26/7/2017).
Gubernur Banten, Wahidin Halim saat penen raya jagung di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung, Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (26/7/2017).

LEBAK, [NEWSmedia] – Pemerintah mentargetkan Indonesia masuk negara eksportir jagung terbesar pada tahun 2020 setelah tidak mengimpor jagung pada 2017. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten pada 2018 mendatang akan menyediakan lahan seluas 128.000 hektare untuk ditanami jagung dan kedelai. 

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim saat penen raya jagung di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung, Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (26/7/2017).

“Hari ini, kita panen jagung tanda dimulai pemanfaatan lahan kosong atau tidur. Jangan biarkan lahan kosong dan jadikan lahan kosong menjadi lahan produktif,” kata Wahidin kepada awak media.

Ia menjelaskan, Pemprov Banten akan mendukung sepenuhnya terkait dengan program pemerintah pusat untuk gerakan pertanian jagung dan kedelai di seluruh Banten, bahkan, bila diperlukan regulasi atau peraturan untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya akan segera membuatnya. 

"Kita harus berjuang untuk kesejahteraan petani atau rakyat. Jangan pernah ragu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Kepada Kementerian Pertanian, Gubernur Banten meminta agar pemerintah pusat dapat memberikan solusi terhadap hasil panen jagung yang akan dipasarkan.

“Jangan sampai setelah panen jagung, petani kebingungan mau ke mana dipasarkan, tapi harus sudah ada tempat penampungannya,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, panen jagung hari ini merupakan buah hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lebak dengan Kementerian Pertanian yang meminjam lahan Perhutani. Dari lahan seluas 700 hektare, pihaknya baru memanfaatkan untuk ditanam jagung seluas 300 hektare.

“Saya berharap dari Kementerian mau memberikan bantuan terhadap alat yang masih kurang itu yakni pemipil dan alat pengering. Kalau pertanian jagung dan kedelai ini berhasil, ini bisa mengurangi minat warga untuk bekerja ke luar kota  atau ke luar negeri menjadi TKI dan TKW,” kata Itu.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X