• Jumat, 17 September 2021

Tegur Pejabat yang Gelisah Karena Rotasi, Andika: Saya dan Pak Gubernur Lebih Gelisah

- Senin, 5 Maret 2018 | 20:01 WIB
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (Lipdok Biro ARTP)*
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (Lipdok Biro ARTP)*

SERANG, [NEWSmedia] - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memberi teguran keras kepada pejabat dan jajaran pegawai di lingkungan Pemprov Banten yang belakangan ini diketahui malas-malasan, tidak serius bekerja karena tahu akan ada rotasi dan mutasi.

“Saya mendengar ada pegawai-pegawai di OPD-OPD, bahwa selentingan terdengar, saya (para pejabat-red) akan bekerja apabila setelah mutasi dilakukan. Salah kalau caranya seperti itu, salah,” kata Andika saat memberikan arahan pada apel awal bulan di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/3/2018).

Andika mengaku mengetahui banyak pejabat, mulai dari esselon II III dan IV di tiap-tiap OPD, sejak awal tahun anggaran hingga Maret 2018 ini belum melakukan pekerjaan karena menunggu proses rotasi dan mutasi.

“Tidak ada pola bekerja, setelah mutasi baru bekerja. Tahun anggaran sudah mulai programnya sudah jelas,  jadi saya berharap pola (pikir) itu diubah,” tuturnya.

Andika pun mengungkapkan, implementasi kerja yang tertuang dalam Rencana Pembanguan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022, hasilnya masih jauh dari harapan. Menurutnya, banyak program, terutama program pelayanan terhadap masyarakat masih belum maksimal.

“Hasilnya selama sembilan bulan ini tidak memuaskan, banyak pelayanan terhadap masyarakat belum masksimal. Banyak pekerjaan teknis pembangunan belum terealisasi. Ini menunjukan bahwa indikator dari kinerja ASN Provinsi Banten bisa dikategorikan kurang baik,” kata Andika di hadapan ratusan ASN.

“Ibu dan bapak gelisah terkait rotasi dan mutasi, saya dengan Pak Gubernur lebih gelisah, karena program tidak ada yang jalan di 2018. Tolong program prioritas dijalankan, aplikasikan, jangan sampai ini menjadi hambatan bagi kita semua,” ujarnya.

Andika mengungkapkan, sebelum ada rotasi dan mutasi, seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemprov Banten diperintahkan melakukan assesment. Assesment diperlukan untuk mengukur kompetensi para pegawai.

“Kepada bapak ibu semua, rotasi dan mutasi akan dilakukan, tetapi sebelum melakukan rotasi dan mutasi dalam kaitan peningkatan kualitas kinerja masing-masing. Semua pegawai ASN Banten ditugaskan untuk melakukan assesment, seluruhnya, jangan sampai ada yang ditinggal. Bahkan Pak Gubernur menginginkan assesment sampai tingkat staf,” ungkap Andika.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X