• Jumat, 24 September 2021

BI: Sekolah Gratis di Banten 95 Persen Dinikmati Siswa Mampu

- Jumat, 3 Agustus 2018 | 13:20 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim di salah satu SMA di Kota Tangerang saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (10/04/2018. (Foto: Liputan Dokumentasi ARTP Banten)
Gubernur Banten Wahidin Halim di salah satu SMA di Kota Tangerang saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (10/04/2018. (Foto: Liputan Dokumentasi ARTP Banten)

SERANG, [NEWSmedia] - Kebijakan program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memunculkan pro-kontra. Di satu sisi, biaya sekolah gratis dibutuhkan untuk siswa tidak mampu. Akan tetapi di sisi lain, pendidikan gratis di SMA dan SMK negeri 95 persennya dinikmati siswa mampu.

Demikian hal tersebut diungkapkan Ketua Bantenbersatu Inovatif (BI), Tb Ibnu Nurul Ibadurachman kepada NEWSmedia, Jumat (3/8/2018). Menurut Ibnu, Pemerintah Provinsi Banten tidak memiliki data yang pasti berapa jumlah siswa miskin yang masuk sekolah negeri.

Namun jika merujuk kuota siswa yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) jumlahnya hanya 5 persen. Dengan begitu, kata dia, 95 persen siswa di sekolah negeri itu orang mampu.

“Kalau pendidikan gratis dipaksakan, lucu kan. Hanya 5 persen siswa miskin yang menikmatinya, 95 persennya lagi harus bayar, karena sekolah di swasta. Sementara 95 persen siswa mampu malah gratis. Ini kah yang namanya keadilan?" ucap Ibnu.

Ibnu mengungkapkan, bahasan tentang program Pendidikan Gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Banten untuk SMA dan SMK negeri, pernah diangkat dalam Diskusi yang dilaksanakan BI bersama Café 2 Jam beberapa waktu lalu dengan tema ‘Pendidikan Gratis untuk Siapa?’.

“BI konsisten meminta Pemprov Banten mengevaluasi kembali Pendidikan Gratis. Kami sependapat dengan pendapat Pak Fitron (Ketua Komisi 5 DPRD Banten)” kata Ibnu Rachman.

Berita terkait: Polemik Pendidikan Gratis di Banten Jadi Perseteruan Gubernur Vs Anggota Dewan

Ibnu tidak ingin kebijakan Pemprov Banten yang menggratiskan biaya pendidikan justru tidak dinikmati oleh siswa yang benar-benar membutuhkan (siswa tidak mampu). “Jangan sampai pendidikan gratis diterjemahkan, orang kaya gratis, orang miskin salah sendiri miskin. Miskin bayar, kaya gratis," ucap Ibnu.

Terlebih lagi, lanjut Ibnu, apabila melihat hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang menggunakan sistem online pada tahun ajaran baru kemarin. Menurut dia, calon siswa yang menggunakan SKTM sebagai bukti tidak mampu, jauh di bawah 5 persen.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X