• Kamis, 16 September 2021

Bahasa 'Jaseng' Dijadikan Mulok di Sekolah Kabupaten Serang

- Senin, 8 Mei 2017 | 14:30 WIB
Bupati dan Siswa-siswi se-Kabupaten Serang dalam kegiatan Gerakan Membaca Bersama menuju Kabupaten Serang yang Multilateral, Senin (8/5/2017).*
Bupati dan Siswa-siswi se-Kabupaten Serang dalam kegiatan Gerakan Membaca Bersama menuju Kabupaten Serang yang Multilateral, Senin (8/5/2017).*

SERANG [NEWSmedia] - Untuk melestarikan bahasa daerah sendiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan mengupayakan bahasa lokal Jawa-Serang (Jaseng) menjadi muatan lokal (mulok) pembelajaran di sekolah-sekolah se-Kabupaten Serang.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah di acara Gerakan Membaca Bersama menuju Kabupaten Serang yang Multilateral. di pendopo Pemkab Serang. Senin, (8/5/2017).

"Sudah ada di peraturan Bupati (Perbup) tahun 2014, cuman baru dilaunching sekarang," kata Tatu.

Menurutnya, bahasa lokal seperti bahasa jawa-serang sangat penting dilestarikan karna memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan menjadi ciri khas serta simbol masyarakat kabupaten serang.

"Sangat penting yah kita budayakan bahasa lokal, kan bahasa jawa serang itu menjadi ciri khas dan simbol masyarakat Kabupaten Serang, kalau dikembangkan ini akan menjadikan ciri khas," terangnya.

Ia mengatakan, sebagai generasi penerus yang akan datang terutama para siswa dan siswi di Kabupaten Serang, harus dan wajib mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal bahasa jawa serang.

"Apalagi sekarang ini kan jaman selalu berkembang, jadi perlu ada batasan batasan dari perkembangan jaman yang kita hadapi saat ini," pungkasnya

Dalam acara tersebut, Bupati Serang bersama dengan unsur Muspida Kabupaten Serang, Bank BJB, Semen Merah Putih, dan Jamkrida menghibahkan ratusan buku untuk para siswa siswi di Kabupaten Serang. [Ifal]

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

ICW: Anak-anak Indonesia Belum Sepenuhnya Merdeka

Rabu, 18 Agustus 2021 | 08:00 WIB
X