• Selasa, 28 September 2021

Proses PPDB Online di Banten Bermasalah

- Rabu, 7 Juni 2017 | 10:53 WIB
Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 tingkat SMA/SMK Negeri di Provinsi Banten rupanya tidak berjalan lancar. Calon peserta yang ingin mendaftarkan melalui sistem online merasa kecewa, karena website PPDB 2017 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provnsi Banten tidak berfungsi.

Sejumlah warga yang akan melakukan proses pendaftaran PPDB 2017 tidak bisa mengakses laman pendafraran yang disajikan website http://www.ppdb.bantenprov.go.id/smk. Saat diakses, portal untuk mendaftar secara online itu mengalami error.

Abdulah Selamet (39) warga Kelurahan Sukarasa, Kota Tangerang mengaku belum bisa melakukan pendaftaran PPDB 2017 secara online melalui website tersebut.

“Saya dari waktu sahur sudah mulai mengakses sistem PPDB online untuk mendaftarkan anak saya ke SMA 2, tapi sampai sekarang belum bisa dibuka,” kata Abdulah ditemui di Kantor Cabang Dinas (KCD) Dindikbud Banten, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Selasa (6/7/2017).

Abdulah mengaku sengaja mendatangi KCD Dindikbud karena ingin mengadukan persoalan ini. "Kalau memang Dindikbud belum siap menyelenggarakan PPDB dengan sistem online lebih baik tidak usah digunakan. Karena mempersulit wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya," ucapnya.

“Mendingan seperti dulu daftar dengan manual saja, ketimbang kanyak gini kan jadi nyusahin wali murid kalau website PPDB 2017 tidak dapat diakses,” sambung Abdulah.

Ia menilai Dindikbud Banten belum siap menerapkan pendaftaran peserta didik baru tersebut secara online. "Nggak usah buat gaya doang kalau websitenya PPDB aja susah diakses oleh calon siswa," tandasnya.

Menurut keterangan operator pendidikan yang tergabung dalam Forum Operator Pendidikan Seluruh Indonesia (Fopsi) Banten, pelaksanaan PPDB 2017 yang menggunakan sistem online kurang dipersiapkan dengan matang.

"Lima hari lagi pendaftaran dibuka, Dindikbud baru mengundang kami (operator) dan kepala sekolah. Itupun masih dalam tahap koordinasi, sistem belum siap sempurna untuk dijalankan," kata salah seorang operator pendidikan dari salah satu SMKN di Kota Serang yang enggan disebutkan identitasnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Adi

Tags

Terkini

X