• Selasa, 28 September 2021

Pendemo di Panwaslu Kota Tangerang: Janjinya Dibayar Rp250 Ribu Tapi Baru Dikasih Rp100 Ribu

- Sabtu, 25 Februari 2017 | 20:29 WIB
Sopir angkutan yang membawa massa pendemo di kantor Panwaslu Kota Tangerang diinterogasi polisi, Sabtu (25/2/2017) siang.*
Sopir angkutan yang membawa massa pendemo di kantor Panwaslu Kota Tangerang diinterogasi polisi, Sabtu (25/2/2017) siang.*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Petugas Polres Metro Tangerang menggagalkan sekelompok orang yang akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Panwaslu Kota Tangerang, Sabtu (25/2/2017). Kelompok yang menamai Gerakan Pemuda Tangerang (GPT) itu diduga massa yang dikerahkan oleh pihak pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

Informasi yang dihimpun, sebelum sampai di Kantor Panwaslu Kota Tangerang, Jl Kisamaun, kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, massa tersebut sempat datang ke Sekretariat Tim Pemenangan Rano-Embay di kawasan Modernland. Mereka berasal daerah Rajeg, Sepatan dan Teluknaga Kabupaten Tangerang.

Pengakuan salah seorang sopir yang membawa pendemo, sebelum ke lokasi yang dijadikan tempat demo, ia terlebih dulu bertemu dengan salah seorang di Sekretariat Pemenangan Rano-Embay di Kawasan Modernland untuk mengambil uang.

“Iya tadi sempat ke PDIP lewat Tangcity Mall. Janjinya dibayar Rp250 ribu tapi baru dikasih Rp100 ribu. Bilangnya untuk solar dulu,” kata sopir tersebut yang tidak ingin namanya ditulis media.

Diketahui, massa tersebut tiba di Kantor Panwaslu Kota Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut sopir tersebut, massa yang ia bawa berasal dari daerah Sepatan, Kabupaten Tangerang. Mereka diminta mendemo kantor Panwaslu Kota Tangerang dengan dijanjikan uang bayara.

Namun saat tiba di lokasi, ratusan polisi yang sudah berjaga sejak pagi langsung menghadang. Para pendemo pun diperiksa, termasuk kendaraannya. Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati mobil jazz yang membawa dua ban bekas dan dua bensin yang disimpan dalam botol.

Mobil itu ditumpangi dua orang yakni AS dan US yang menjadi sebagai koordinator aksi, Keduanya langsung diamankan polisi karena membawa barang yang dilarang dalam berdemonstrasi. Sementara massa yang diangkut menggunakan mobil Elf pun diminta membubarkan diri.

Bukannya pulang, para sopir Elf yang membawa massa malah berkumpul di GOR Kota Tangerang, Jl. A. Dimyati. Petugas kepolisian pun kembali menyatroni dan menginterogasi para sopir.

-
Angkutan yang membawa massa pendemo di kantor Panwaslu Kota Tangerang.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X