• Rabu, 8 Desember 2021

Pertanyakan Kasus Korupsi Calon di Pilkada Banten, WH akan Datangi KPK

- Kamis, 8 Desember 2016 | 13:38 WIB
Calon Gubernur Banten Wahidin Halim saat mengunjungi masyarakat di Situ Gintung, Ciputat, Tangsel, beberapa waktu lalu. (Dok: NEWSmedia)
Calon Gubernur Banten Wahidin Halim saat mengunjungi masyarakat di Situ Gintung, Ciputat, Tangsel, beberapa waktu lalu. (Dok: NEWSmedia)

TANGERANG, [NEWSmedia] - Pernyataan Ketua KPK Agus Raharjdo yang mengungkap akan ada kasus korupsi yang dibuka setelah Pilkada Banten 2017, terus bergulir menjadi bola panas. Sejumlah pihak meminta KPK membuka kasus tersebut sebelum pilkada.

Seperti diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kasus dugaan korupsi yang akan diungkap berkaitan dengan kasus lama yang melibatkan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana.

Pernyataan itu pertama kali diungkapkan Agus Rahardjo pada saat menghadiri bedah buku berjudul ‘Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi’ di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten, Kota Serang, Sabtu, (26/11/2016).

Adanya dugaan kasus korupsi yang melibatkan salah satu calon di Pilkada Banten juga diperkuat oleh Agus Rahardjo saat menghadiri acara Tanwir I Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Penegakan Hukum di Indonesia Implementasi UU TPPU untuk Pemiskinan Koruptor, di Kota Tangerang, Rabu (30/11/2016).

“Ya, menyangkut salah satu calon,” ujar Agus Rahardjo seusai acara tersebut.

Ketika ditanya siapa salah seorang calon di Pilkada Banten yang tersangkut dugaan tindak pidana korupsi, Agus Rahardjo tidak menjawab tegas dan jelas. “Sudah, sudah, nanti saya dibilang mencampuri urusan politik. Nanti, setelah Pilkada selesai akan dituntaskan,” ucap Agus.

"Bukan (dana kampanye). Sebetulnya ada kejadian sebelumnya. Iya ada hubungannya dengan itu (Ratu Atut Chosiyah),” kata Agus, menerangkan.

Kuasa hukum keluarga Ratu Atut Chosiyah, Tb Sukatma, mengatakan, apa yang disampaikan Ketua KPK itu arahnya sangat jelas kepada seseorang yang bukan dari keluarga Ratu Atut.

“Seperti kata Ketua KPK, nanti saja kita tunggu proses selanjutnya. Yang pasti itu mengarah ke orang selain keluarga Ratu Atut,” kata Sukatma.

Halaman:

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X