• Kamis, 21 Oktober 2021

Ketua DPR RI Minta Pemerintah Bertindak Persuasif dan Humanis saat Penegakan PPKM Darurat

- Selasa, 13 Juli 2021 | 20:17 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani/ Instagram @puanmaharani
Ketua DPR RI, Puan Maharani/ Instagram @puanmaharani

SERANG, [NEWSmedia] - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta kepada pemerintah agar mengedepankan empati selama penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Menurut Puan, pendekatan persuasif dan humanis harus diutamakan agar seluruh lapisan masyarakat memahami ancaman penyebaran Covid-19 yang telah memakan banyak korban jiwa ini.
 
“Untuk mau mengikuti aturan PPKM Darurat itu, rakyat harus dipersuasi, jangan dimarahi-marahi, apalagi langsung main semprot,” kata Puan di Jakarta, Selasa (13/7/2021).

Meski demikian, politisi PDI-Perjuangan itu memahami tidak semua aparat bertindak dengan cara seperti itu. 
 
“Ada juga yang sangat persuasif. Bahkan sampai memberi ganti rugi para pedagang. Tapi tolong sebisanya, hindari kericuhan dalam penegakan aturan di lapangan,” ucapnya.

Dengan pemberlakuan PPKM Darurat ini, Puan mendorong pemerintah untuk segera mempercepat terealisasinya perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak. 
 
Apalagi, sebagian dari masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor informal, industri pariwisata, dan industri kreatif.

“Tidak sedikit rakyat yang mencari nafkah di sektor-sektor informal. Kalau mereka tidak bekerja hari itu, maka tak ada penghasilan yang bisa membuat dapur ngebul,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, akselerasi penyampaian bantuan akan sangat bermanfaat untuk menopang daya beli masyarakat yang masih belum pulih akibat pandemi Covid-19.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu hati, berjuang untuk tetap menyalakan optimisme dalam menghadapi pandemi ini,” pungkasnya. 

Seperti yang diketahui, pemerintah telah menetapkan PPKM Darurat untuk wilayah Jawa dan Bali mulai 3- 20 Juli 2021. 
 
Selama PPKM Darurat, sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, usaha, transportasi, seni budaya, pariwisata, kuliner, hingga sosial kemasyarakatan dibatasi aktivitasnya. [ahi]

Editor: Mulyadi

Tags

Terkini

X