Jumat, 25 September 2020 |
News Room

Terkait Pengangguran Tinggi, Gubernur Banten Bakal Panggil Pengusaha

Jumat, 08 Des 2017 | 18:18 WIB Dibaca: 597 Pengunjung

Asda II Provinsi Banten, Ino S Rawita dan Pj Kepala BI Banten, Achris Sarwani saat jumpa pers di Kantor BI Perwakilan Banten, Jumat (8/12/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Pemerintah Provinsi Banten dalam waktu dekat akan memanggil para pengusaha baik pengusaha kecil maupun pengusaha besar yang ada di Banten.

Hal tersebut dilakukan, untuk meminta penjelasan terkait dengan tingginya angka pengangguran yang tidak sesuai dengan banyaknya jumlah perusahaan yang ada di Banten.

"Ada 14 ribu lebih perusahaan di Banten, tapi pengangguran masih tinggi, pekan depan Pak Gubernur akan coba undang perusahaan itu, kita cek juga kendalanya apa," kata Asisten Daerah Provinsi Banten, Ini S Rawita saat menghadiri Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Banten di Kantor Bank Indonesia Cabang Banten, Jumat (8/12/2017).

Ia mengaku, pihaknya telah mendapat instruksi dari Gubernur Banten, jika ada yang mengajukan izin usaha, harus mencantumkan calon pekerja yang berasal dari Banten.

"Biar perusahaan yang ada di Banten tidak hanya menjadi tempat bagi orang dari luar Banten mencari nafkah, sedangkan warga asli Banten hanya menjadi penonton, kita ingin, perusahaan  punya kontribusi untuk Banten," jelasnya.

Sementara itu, Pj Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Achris Sarwani mengungkapkan, kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten mengalami penurunan yang dicerminkan dengan menurunnya jumlah penduduk bekerja sejumlah 11 ribu orang yang disertai oleh meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 8,92 persen di Agustus 2016 menjadi 9,28 persen pada Agustus 2017.

"Selain itu, TPT Provinsi Banten itu lebih tinggi dari nasional yaitu 5,5 persen. Dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Jawa, TPT Provinsi Banten berada di posisi tertinggi kedua setelah Provinsi Jawa Barat yang mencapai 8,22 persen," kata Achris.

Meski demikian, lanjut Ahris, di sisi lain, kesejahteraan masyarakat Banten mengalami peningkatan yang tercermin dari meningkatnya indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang disertai dengan menurunnya jumlah penduduk miskin dan gini ratio.

"Penghasilan masyarakat perdesaan yang dicerminkan oleh NTP juga tercatat mengalami peningkatan," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Terkait Pengangguran Tinggi, Gubernur Banten Bakal Panggil Pengusaha
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top