Selasa, 26 Maret 2019 |
News Room

Tutut Soeharto Ajak Keluarga Besar Transmigran Berperan Membangun Bangsa

Rabu, 13 Mar 2019 | 13:40 WIB Dibaca: 216 Pengunjung

Tutut Soeharto berdialog dengan seorang keluarga transmigran saat membuka Musyawarah Nasional IV Persatuan Anak Transmigran RI (PATRI) di Hotel Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (12/3/2019). Kegiatan ini berlangsung hingga Kamis, (14/3/2019).*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Siti Hardijanti Rukmana, putri Presiden Soeharto yang lebih populer dengan panggilan Mbak Tutut, memberi perhatian luar biasa kepada para transmigran. Ia pun mengajak keluarga besar transmigran untuk bersama-sama berperan membangun bangsa.

“Ada banyak tantangan bangsa, yakni kesenjangan kaya-miskin, kesenjangan antar-wilayah, masalah kedaulatan pangan, masalah pemenuhan energi ramah lingkungan dan masalah air layak konsumsi, yang para transmigran bisa bersama-sama berperan menghadapinya,” kata Tutut saat membuka Musyawarah Nasional IV Persatuan Anak Transmigran RI (PATRI) yang berlangsung di Hotel Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 12-14 Maret 2019.

Tutut yang hadir selaku Dewan Pembina Persatuan Anak Transmigran RI itu memiliki komitmen untuk meneruskan kerja besar sang ayah dalam membina transmigran. Ia memberikan pemikiran tentang apa yang harus dilakukan desa-desa transmigran menghadapi persoalan saat ini.

“Salah satu yang paling memungkinkan adalah dengan bersama-sama membangun desa mandiri pangan dan energi, setidaknya di wilayah-wilayah transmigran,” kata Tutut.

Ia menjelaskan, desa mandiri pangan dan energi akan mengurangi ketergantungan energi fosil secara nasional. Program itu juga akan memacu perkembangan daerah transmigran dan mengurangi kesenjangan Jawa dan luar Jawa.

“Desa transmigran yang mandiri membuat masyarakat memiliki kedaulatan pangan dan energi, dan mengurangi kesenjangan kaya-miskin. Jika ini terwujud, kemakmuran akan hadir di tanah-tanah transmigran,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Tutut pun mengajak keluarga besar transmigran untuk mengembangkan peran dan potensi masing-masing untuk memajukan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. “Saya akan mendampingi para transmigran memajukan bangsa ini,” ucap Mbak Tutut optimistis.

Diungkapkan, berdasarkan catatan Voice of America, program transmigrasi yang terjadi selama era Presiden Soeharto telah mengubah wajah Indonesia. Sampai 1984, ada sekitar 2,5 juta penduduk di Indonesia menjadi transmigran dan terus bertambah sampai tahun terakhir Orde Baru.

Kemudian data sensus 2010 menunjukan terdapat 15,5 juta transmigran di Sumatera dan 4,5 juta lainnya tersebar di Kalimantan dan Papua. Dampaknya, transmigran berhasil mengembangkan 3.500 desa dengan berbagai infrastruktur, dan 30 desa itu mengalami perkembangan pesat menjadi kabupaten/kota.

“Transmigrasi itu meningkatkan harapan, karena membuat para transmigran memiliki tanah yang cukup untuk diolah guna menghidupi keluarga dan mencapai kesejahteraan,” kata Tutut.

Menurut dia, program transmigrasi tidak hanya memperluas kemajuan, melainkan juga merekat persatuan dan kesatuan bangsa. Tutut menegaskan, program transmigrasi yang digagas Presiden Soeharto tidak hanya meningkatkan taraf hidup, tapi juga menggencarkan pembangunan luar Pulau Jawa, menyeimbangkan sebaran penduduk, pemerataan pembangunan, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, dan memperkuat ketahanan nasional terutama transmigran perbatasan.

Selama itu, lanjut dia, Presiden Soeharto senantiasa memberikan perhatian serius terhadap kehidupan transmigran dengan membangun sarana pendidikan di desa-desa transmigran, dan akses bagi anak-anak transmigran untuk menempuh pendidikan tinggi. Ini terlihat dari banyaknya anak-anak transmigran gelombang pertama yang menyelesaikan pendidikan tinggi di kota besar, dan berkarier di berbagai bidang profesi.

Sementara itu, Ketua Umum PATRI Sugiarto Sumas, mengatakan, anak-anak transmigran membentuk PATRI pada tahun 2004. Organisasi itu sebagai wadah pemikiran, pandangan, pembinaan, dan pengembangan sumber daya manusia, mitra pemerintah dalam pembangunan bidang ketransmigrasian.

“Kami anak anak transmigran benar-benar merasakan manfaat transmigrasi, meski pada awalnya tentu harus melalui proses berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian," tuturnya.

Menurut Sugiarto, kini rata-rata keuarga anak-anak transmigran hidup berkecukupan. "Ada yang berkarier di militer dan mencapai bintang dua, ada yang jadi guru besar dan bekerja di banyak sektor,” ungkapnya. [sn/*]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

Aturan Tarif Ojek Online Diumumkan Hari Ini
Senin, 25 Mar 2019 | 16:52 WIB
Aturan Tarif Ojek Online Diumumkan Hari Ini
Jokowi: Banten Kumaha Damang?
Minggu, 24 Mar 2019 | 18:05 WIB
Jokowi: Banten Kumaha Damang?

KOMENTAR

Tutut Soeharto Ajak Keluarga Besar Transmigran Berperan Membangun Bangsa
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top